Kerajinan Bambu • 2 menit baca

Besek: Sampah Plastik Musuh Bersama, Ini Pahlawannya

Satu kotak nasi berkat dibungkus styrofoam butuh ratusan tahun untuk terurai di tanah. Kalikan dengan jumlah hajatan yang berlangsung setiap hari di seluruh Indonesia, dan angkanya jadi menakutkan. Besek, wadah anyaman bambu yang dulu tersisih oleh plastik murah, kini kembali dilirik sebagai jawaban paling masuk akal untuk masalah ini.

Skala Masalah Sampah Kemasan Sekali Pakai

Indonesia jadi salah satu penyumbang sampah plastik terbesar di dunia, dan kemasan makanan sekali pakai jadi salah satu kontributor utama. Kotak nasi styrofoam, kantong plastik pembungkus jajanan, dan wadah plastik sekali pakai lain menumpuk di tempat pembuangan akhir tanpa terurai dalam waktu manusia bisa bayangkan.

Acara hajatan, syukuran, dan tahlilan jadi salah satu sumber sampah kemasan yang jarang disorot. Satu acara besar bisa menghasilkan ratusan kotak nasi sekali pakai dalam semalam.

Kenapa Besek Jadi Solusi yang Masuk Akal

Besek menjawab masalah ini bukan dengan teknologi baru, tapi dengan kembali ke bahan yang sudah terbukti selama ratusan tahun. Pertama, bahan bakunya terbarukan dan cepat tumbuh. Kedua, besek terurai secara alami dalam hitungan bulan, bukan ratusan tahun seperti plastik. Ketiga, besek bisa dipakai ulang untuk menyimpan barang lain di rumah.

Perbandingan Besek dan Kemasan Plastik

Aspek Besek Bambu Kemasan Plastik/Styrofoam
Waktu terurai Beberapa bulan Ratusan tahun
Bahan baku Terbarukan, cepat tumbuh Minyak bumi, tidak terbarukan
Sirkulasi udara Berpori, makanan tidak cepat lembap Tertutup rapat, makanan cepat basi
Bisa dipakai ulang Ya, untuk berbagai keperluan Umumnya sekali pakai
Dampak ke pengrajin lokal Mendukung ekonomi lokal Tidak berdampak ke ekonomi kerajinan

Gerakan yang Sudah Mulai Bergerak

Beberapa pemerintah daerah mulai mewajibkan penggunaan besek untuk acara resmi dan hajatan warga. Katering dan penyelenggara acara pernikahan juga mulai menjadikan besek sebagai nilai jual tambahan, menawarkan konsep acara ramah lingkungan kepada klien yang peduli isu keberlanjutan.

Tantangan yang Masih Dihadapi

Besek bukan solusi tanpa tantangan. Harga produksi besek masih lebih tinggi dibanding kemasan plastik produksi massal, karena prosesnya masih mengandalkan tangan pengrajin, bukan mesin cetak otomatis. Mengubah kebiasaan konsumen yang sudah terlanjur nyaman dengan kepraktisan plastik butuh dorongan dari berbagai pihak.

Peran Setiap Orang dalam Gerakan Ini

Beralih ke besek tidak butuh gerakan besar untuk memulai. Memilih besek saat menyelenggarakan hajatan kecil, membeli oleh-oleh dalam kemasan besek dibanding plastik, atau sekadar menyimpan besek bekas untuk dipakai ulang di rumah, semua jadi kontribusi kecil yang kalau dikalikan jutaan orang, berdampak besar pada pengurangan sampah kemasan sekali pakai.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Butuh Anyaman Bambu Berkualitas?

Kami memproduksi boboko, hihid, tampah, dan besek langsung dari workshop kami. Tersedia untuk pembelian satuan maupun grosir.

Lihat Katalog Produk Tanya via WhatsApp
Artikel Lainnya

Bacaan Berikutnya untuk Anda